Mohon Login Terlebih Dahulu Untuk Melihat Konten Lainnya

ANALISA MARKET

Dasar-dasar Analisa Pergerakan Harga

Jadi kamu ingin menjadi George Sorros?

                Begitu pertanyaan yang muncul ketika saya memutuskan untuk bergabung di Solid Group hampir 9 tahun lalu. Saya hanya tersenyum membayangkan komisi besar yang akan saya terima, sekaligus muncul pula betapa besar tanggung jawab yang akan saya emban. Karena saya sangat yakin akan mendapat nasabah pertama saya sebelum akhir bulan, maka saya memutuskan untuk belajar lebih keras daripada teman-teman seangkatan saya yang lain.

                Alhamdulillah, saya closing seperti yang saya targetkan. Karena terlanjur punya account sebelum bisa memahami market, maka saya mencoba mencari-cari cara instant memprediksi pergerakan harga. Namun semakin banyak cara saya pelajari, semakin bingung saya dibuatnya. Akhirnya saya sadari bahwa saya harus memahami dulu dasar-dasarnya.

Asumsi dasar sifat pergerakan harga

                Sebelum mulai mempelajari analisa harga, kita harus memahami bahwa pergerakan harga memiliki sifat-sifat dasar sebagai berikut:

1.       Harga tidak bergerak secara acak, melainkan bergerak dalam trend tertentu. Secara umum terdapat 3 trend yaitu: “bearish” alias penurunan, “bullish” alias kenaikan, dan “side ways” alias pola mendatar (harga bergerak di kisaran tertentu saja).  Selain itu ada pola-pola pergerakan harga yang unik seperti head and shoulder, tiple botom dan lain-lain.

2.       Harga mencerminkan seluruh informasi yang ada di market. Para pelaku pasar akan menyerap informasi teknikal maupun fundamental, dan menggunakannya untuk pedoman bertransaksi di bursa. Dengan demikian seluruh informasi itu akan menentukan pergerakan harga.

3.       Sejarah selalu berulang. Manusia akan cenderung mensikapi hal yang sama dengan cara yang sama sehingga kejadian-kejadian yang berpengaruh terhadap bursa akan disikapi dengan cara-cara yang sama oleh pelaku pasar.

Dari tiga sifat dasar pergerakan harga tersebut, terdapat 2 macam pendekatan analisa harga, yaitu Analisa Fundamental, dan Analisa Teknikal. Masing-masing tipe analisa ini membuat pendekatan yang sama sekali berbeda dalam meramalkan pergerakan harga.

 

 

Analisa Fundamental

                Analisa Fundamental menggunakan informasi dan berita-berita yang terkait dengn subject perdagangan. Berita ini meliputi Politik, Sosial, Ekonomi, budaya, dan keamanan. Contohnya adalah sebagai berikut:

-          Politik: Kekacauan politik terutama di negara-negara yang memiliki kekuatan ekonomi besar akan memicu investor mengamankan asetnya kedalam bentuk emas, sehingga permintaan emas meningkat mengakibatkan kenaikan harga.

-          Sosial: Secara sosial rakyat India gemar membeli perhiasan-perhiasan dari emas. Maka jika tingkat kemakmuran di India meningkat, diperkirakan pembelian masyarakat India akan perhiasan emas akan meningkat. Hal ini akan mendongkrak harga emas.

-          Ekonomi: Ketika pertumbuhan ekonomi meningkat pesat, terdapat kecenderungan untuk menjual aset emas untuk membeli aset-aset yang dianggap nilainya lebih berkembang seperti saham atau investsi langsung di sektor riil. Dengan demikian harga emas akan tertekan. Singkatnya kabar baik bagi ekonomi adalah kabar buruk bagi emas, demikian juga sebaliknya.

-          Budaya: Di India pada hari raya Diwali (kemilau) masyarakat hindu India akan mengenakan perhiasan-perhiasan emas sehingga pembelian emas meningkat. Demikian juga pada bulan-bulan baik untuk pernikahan di India, permintaan emas untuk emas kawin meningkat. India adalah konsumen emas terbesar di Dunia.

-          Keamanan: Terjadinya peperangan akan memicu resesi, sehingga para investor akan mengamankan kekayaannya dengan membeli emas yang umumnya nilainya tidak terpengaruh oleh inflasi.

Para Analist Fundamental sering mengabaikan analisa teknis. Menurut mereka market hanya bergerak jika terdapat sentimen tertentu, bukan dari perhitungan-perhitungan teknis.

 


 

Analisa Teknikal

                Analisa Teknikal disusun berdasarkan data-data pergerakan harga sebelumnya untuk memprediksi pergerakan harga kedepannya. Ada 2 macam analisa teknis, yaitu:

1.       Analisa Teknikal Klasik

Biasa juga disebut Charting karena menganalisa pergerakan market berdasarkan chart. Analist menarik-narik garis yang menghubungkan harga-harga yang sudah ada di dalam chart untuk menentukan trend dan pola pergerakan harga. Ada juga analisa yang berdasarkan chart namun tetap melakukan perhitungan matematis seperti garis Fibonancy misalnya.

2.       Analisa Teknikal Modern

Analisa ini menggunakan formulasi matematis untuk menduga kondisi market dan meramalkan pergerakan harga kedepannya. Seringkali analisa ini cukup rumit sehingga digunakan komputer untuk melakukan perhitungan-perhitungannya. Hasil perhitungannya berupa indikator teknikal yang menurut sifatnya dapat dibagi menjadi 2 yaitu:

o   Indikator Oscilator: yaitu indikator yang nilainya dalam persen. Nilai absolutnya adalah 0% - 100% Contoh: RSI dan Stocastik Oscilator

o   Indikator yang mengikuti trend: yaitu indikator yang tidak memiliki nilai abolut alias tidak memiliki nilai tertinggi ataupun terendah, bisa negatif bisa positif. Contoh Simple Moving Average dan MACD

                Para Analis Teknikal umumnya mengabaikan fundamental market. Menurut mereka berita muncul seringkali hanya dibuat-buat untuk mendukung atau menjelaskan pergerakan harga. Mereka yakin pergerakan harga terjadi karena keseimbangan antara penawaran dan persediaan. Bagi mereka pergerakan harga adalah semata-mata hasil dari “pertempuran antara banteng dan beruang”

Fundamental vs Teknikal

                Lalu mana yang lebih baik, Fundamental atau teknikal? Pertanyaan ini sama saja dengan pertanyaan: lebih enak mana ayam bakar atau ayam kare? Jawabannya tentu tergantung selera, kedua-duanya memiliki kelebihan masing-masing

                Analisa fundamental membuat anda lebih update pada berita-berita terbaru. Wawasan anda pun akan semakin luas karena terbiasa membaca berita-berita. Jadi anda akan lebih “nyambung” dalam percakapan-percakapan. Nasabah juga lebih mudah menerima alasan fundamental karena istilah atau kosa kata yang digunakan lebih familiar dari pada istilah teknikal yang asing bagi mereka. Sayangnya berita sering kali datang terlambat, kecuali anda punya insider (orang dalam) dan itu adalah jenis transaksi yang dilarang di mana pun.

                Analisa Teknikal membuang ketergantungan pada up date berita. Cukup beri data sejarah harga sebelumnya, maka perkiraan harga kedepan akan diketahui. Bahkan target-target harga ke depannya bisa diduga dengan analisa teknikal.

                Baik analisa fundamental maupun teknikal memiliki satu kesamaan: Tidak ada analisa yang pasti, semua mengandung ketidakpastian. Tidak ada jaminan bahwa hasil analisa ini pasti benar.

                Namun di tulisan selanjutnya saya akan membahas analisa teknikal clasik yang sangat populer saat ini yaitu: Analisa Candle Stick. Yaitu analisa yang dibuat berdasarkan bentuk dan formasi tertentu yang muncul dari grafik batang lilin. Guyonan-nya: kalo mau kaya harus mau jaga lilin ... tapi jangan ngepet ya ...! Lilin di layar monitor saja, lain di baskom. ;)

Read 161 times Last modified on Monday, 05 May 2014 16:51
More in this category: CANDLESTICK »
Login to post comments
United Kingdom Bookmaker CBETTING claim Coral Bonus from link.